Skip to main content

DUHAI HATI....

Sesekali hati mengeluh dengan kesusahan dan kepayahan hidup. Terasa pedih dan rapuh, sakitnya seperti tiada hati lain yang mampu mengerti. Namun tidak tersedarkah hati itu adalah ujian dari Tuhannya? Kepayahan itu sesungguhnya adalah bentuk tarbiyahNya kepada hati. Pernah hati bersyukur kerana mendapat perhatian yang sedemikian dari Tuhannya? Terlebih banyak mengaduh dari bertahmid rasanya.
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." -Surah Al-Ankabut ayat 2-3 "
"...dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." -Surah Yusuf ayat 12
Tak tersedarkah hati segala yang diberinya itu adalah nikmat, kebahagiaan adalah nikmat, sakit adalah nikmat, perit itu lebih nikmat, jika hati ingin menerima. Duhai hati, sedarlah, bukannya Tuhanmu tidak mendengar segala jerit perih, betapa pedih peritnya derita apa yang dialami, betapa segala yang hati ingin, tidak semua kan hati perolehi. Bukankah Dia sudah terang-terang berfirman:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -Surah Al-Baqarah ayat 216
Nah, Tuhannya sendiri telah siap mengatur segala rencana perjalanan hidupnya hati. Mengapa harus merungut lagi dengan jalan yang ditempuh. Duri-duri dan halangan itu adalah rahmat. Redha dan pasrah, wahai hati, itulah lumrah. Tidak tersedarkah hati bahawa setiap langkah, setiap kudrat, setiap butir bicara, kerlip mata dan denyut jantung selama ini semuanya nikmat yang Tuhannya beri, Tuhannya pinjamkan.
Cara apa dan bagaimana hati gunakan semua pinjaman tersebut? Setiap langkah dan kudrat digunakan untuk ke jalan kebaikankah? Setiap butir bicara hanya yang baik dan berhikmah sajakah? Kerlip mata dan sisa denyut jantung yang masih ada dimanfaatkan dengan amal ibadahkah? Tuhannya berhak mutlak ke atas hati. Kenapa hati masih perlu persoalkan mengapa ujian diturunkan? Tepuk dahi, tanya minda semula. Layakkah hati-hati ini dengan Syurga milik Allah SWT?
"Hai Kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amalan yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk syurga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa dihisab." (Surah Al Mu'min ; ayat 39-40)
Duhai hati, janganlah terkorban dengan dunia...
Sesungguhnya hidup hati sebenarnya untuk mencari mati yang sempurna...

Comments

Popular posts from this blog

TERLENA

Indah ciptaan Allah... German_2015 TERLENA Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena Belum sempat berzikir di waktu pagi, hari sudah menjelang siang, Belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi. . Niat pukul 9.00 pagi hendak solat Dhuha, tiba-tiba azan Zuhur sudah terdengar.. Teringin setiap pagi membaca 1 juzuk Al-Quran, menambah hafalan satu hari satu ayat, itu pun tidak dilakukan. . Rancangan untuk tidak akan melewatkan malam kecuali dengan tahajjud dan witir, walau pun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan. . Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur? Berseronok dengan usia? . Lalu tiba-tiba menjelmalah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50 dan kemudian orang mula memanggil kita dengan panggilan "Tok Wan, Atok...Nek" menandakan kita sudah tua. . Lalu sambil menunggu Sakaratul Maut tiba, diperlihatkan catatan amal yang kita pernah bu...
Dalam Kenangan Hi-tea bersama-sama guru di akhir tahun.

RAMADHAN YANG DIRINDUI

#day1ramadhan Di pagi mulia ini sayu pula rasanya hati, kali ini terasa berbeda sungguh Ramadhannya berbanding Ramadhan yang lain. Usai shj subuhnya, tetiba bebola mata tidak boleh menahan sebak di hati kerana masih berpeluang lagi menemui Ramadhan kali ini. Syukur ya illahi tidak terkata, Mengenangi seorang demi seorang sahabat di panggil menemui illahi terdahulu dari kami sayunya tidak terhingga. Meskipun sehari je lagi nak Ramadhan. Allahuakbar sungguh bertuah rasanya diri kerana masih di pilih untuk mengerjakan ibadah di bulan Mulia ini. Sememangnya Ramadhan di Rindui. Terimalah amal ibdah kami semua ya Allah. ------ Rindu Ramadhan-Devotees (lyrics) Yang tahu persiapkan diri Yang rindu tak sabar menanti Hadirnya setahun sekali Keindahan yang tiada tara Kemuliaannya tak habis dibicara Penuh dengan limpahan maghfirah Ya Ramadhan Rindu...Aku rindu Rindu pada kedatangan Bulan yang padanya keberkatan (2x) Ya Allah tolong sampaikan hajatku Untuk berpa...